7 Buah Bikin Gula Darah Naik Drastis, Pasien Diabetes Hati-hati


ilustrasi buah jeruk, Sumber : Pixabay/stevepb

BERITANESIA.ID, - Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis di mana pankreas tidak memproduksi hormon insulin yang cukup. Peran utama insulin adalah meregulasi gula darah, tipe gula utama yang ditemukan di darah.

Kadar gula darah yang tidak terkendali bisa menyebabkan serangkaian masalah, sehingga orang-orang dengan diabetes didorong untuk mencari cara alternatif menurunkan gula darah tinggi.

Diet bertindak sebagai benteng terhadap kadar gula darah tinggi dengan memperlambat peningkatannya di mana makanan dipecah menjadi glukosa darah.

Makanan tertentu lebih mahir dalam hal ini dibanding makanan lain. Namun, secara spesifik ada buah-buahan tertentu yang bisa memicu peningkatan drastis gula darah karena buah-buahan itu dipecah lebih cepat menjadi glukosa atau gula.

Makanan yang lebih cepat dipecah menjadi glukosa memiliki peringkat yang tinggi dalam indeks glikemik (IG).

IG adalah sistem penilaian untuk makanan yang mengandung karbohidrat. Angka ini menunjukkan seberapa cepat setiap makanan mempengaruhi kadar gula darah Anda saat makanan dimakan.

"Makanan tinggi IG dipecah sangat cepat menyebabkan kadar gula darah meningkat tajam," Diabetes.co.uk memberi peringatan dikutip laman Express. Buah-buahan dengan IG tinggi meliputi pisang, jeruk, anggur, kismis, kurma dan pir. Menurut Diabetes.co.uk, perawatan harus dilakukan saat makan buah-buahan dengan IG tinggi. Karenanya, Anda sebaiknya memiliki buah dengan IG lebih rendah yang meliputi buah-buahan berry, plum, kiwi dan jeruk bali.

Makanan dengan IG rendah atau sedang dipecah lebih lambat dan menyebabkan peningkatan gula darah yang berjenjang seiring waktu. Meski begitu, penting untuk dicatat bahwa diet yang ketat mengikuti indeks IG bisa memicu masalah. "Beberapa makanan rendah IG, seperti makanan biji utuh, buah, sayuran, kacang-kacangan adalah makanan yang harus kita makan sebagai bagian dari diet sehat yang seimbang," jelas NHS.

"Namun, menggunakan indeks glikemik untuk memutuskan apakah makanan atau kombinasi makan sehat bisa menyesatkan. Makanan dengan IG tinggi tidak selalu tidak sehat dan tidak semua makanan dengan IG rendah sehat," lanjut NHS. Jika Anda hanya makan makanan dengan IG rendah, diet ANda bisa tidak seimbang dan tinggi lemak. Riset juga menunjukkan bahwa jumlah karbohidrat yang Anda makan, dibanding dengan angka IG-nya, memiliki pengaruh terbesar pada kadar gula darah setelah makan.


sumber : Viva.co.id