Belasan kecamatan di kabupaten Bogor alami banjir dan longsor


Ilustrasi banjir yang terjadi di Bogor

BERITANESIA.ID - Akhir-akhir ini cuaca ekstrem sering tejadi, hal tersebut membuat beberapa lokasi mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Beberapa wilayah di Jawa Barat yang bergunung, berbukit, dengan kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang rawan terjadi bencana. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Bogor. Baru-baru ini banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (8/2).

Bencana alam tersebut dipicu intensitas hujan yang tinggi selama sehari penuh pada minggu (7/2) kemarin. Hujan deras tersebut melanda sebagian besar kawasan Kabupaten Bogor dan mengakibatkan sejumlah bencana terjadi di 16 Kecamatan dari total 40 kecamatan di Kabupaten Bogor sejak kemarin hingga hari ini. Sebagian besar bencana adalah longsor dan banjir akibat luapan sungai.

"Sejak kemarin itu terjadi banyak bencana, kejadiannya meluas terjadi di 16 kecamatan di Kabupaten Bogor," kata Kasie Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani, Senin (8/2).

"Rincian 16 Kecamatan yang dilanda bencana antara lain, Megamendung, Cisarua, Tenjolaya, Ciawi, Citereup, Sukajaya, Nanggung, Cijeruk, Jasinga, Dramaga, Ciampea, Tanjungsari, Cigombong, Parung, ditambah Gunungputri, jadi total 16 Kecamatan," tambahnya.

Dari belasan bencana yang terjadi, kata Adam, didominasi oleh bencana longsor. Longsor bahkan sempat menutup akses utama Bogor-Cianjur via Jonggol. Dilansir dari korlantas.polri.go.id, longsor ini menutup akses kendaraan dari arah Cianjur menuju Bogor dan Bekasi serta sebaliknya. Sementara bencana lainnya adalah banjir dan rumah ambruk akibat luapan sungai. "Dari jenis bencana, yang paling banyak itu longsor dengan skala besar dan kecil. Ada juga rumah ambruk di Kecamatan Sukajaya akibat tersapu luapan Sungai Cidurian. Masih di Sukajaya, ada juga longsor yang menutup jalan yang jadi akses dua desa," beber Adam.

Bencana longsor lainnya, kata Adam, salah satunya terjadi di Kecamatan Sukamakmur dan Tanjungsari. Akibat longsor ini, akses jalan Bogor-Cianjur via Jonggol tertutup. Hingga siang tadi upaya evakuasi terus dilakukan oleh pihak Kementerian PUPR dan aparat gabungan. "Longsor di kawasan timur Bogor diantaranya terjadi di Tanjungsari dan Cariu. Kalau itu longsor menutup jalan. Akibatnya, akses Bogor-Cianjur tidak bisa dilalui," kata Adam. "Tapi penanganan sudah dilakukan oleh pihak PUPR untuk yang Cariu. Masih proses pembersihan material longsor," tambah Adam yang dihubungi pukul 11:30 wib.

Bencana lainnya yakni, banjir yang melanda ratusan rumah yang berada di 6 RW di Perumahan Vila Nusa Indah, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Hingga pukul 11:30 WIB, banjir hingga setinggi 90 centimeter masih terjadi di kawasan perbatasan Bogor-Bekasi tersebut. "Sekarang kita masih fokus untuk penyelamatan jiwa yah di Perumahan Vila Nusa Indah. Banjir masih terjadi disini. Ini akibat luapan Sungai Cileungsi, status sungai masih siaga 1, masih tinggi airnya," kata Adam. Perumahan Vila Nusa Indah 1 dan 2 merupakan salah satu kawasan langganan banjir di Bogor. Kawasan ini kerao dilanda banjir jika Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi meluap

Masyarakat diminta waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Bogor, Selasa (9/2) akan turun hujan sepanjang hari mulai pagi hingga malam. Berdasarkan data BMKG, cuaca Bogor memprakirakan pada pukul 07.00 WIB, akan terjadi hujan ringan disertai suhu udara 22 derajat celcius, kelembaban udara 80%, dan kecepatan angin 10 kilometer per jam, hal tersebut kurang lebih sama, dan akan terjadi sepanjang hari ini di area Bogor dan Sekitarnya.

Penulis : Vani Muhammad Rafli
Editor : FFA