Faktor Menurunnya Angka Kecelakaan di Jawa Timur


Masa pandemi Covid-19, membuat para pekerja melaksanakan kegiatan di rumah atau Work From Home (WFH). Hal ini juga berdampak pada penurunan angka kecelakaan di Jawa Timur yang mencapai 15 persen.

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Budi Indra Dermawan mengatakan kecelakaan di Jawa Timur ini menurun hingga 15 persen. Alasannya, banyak masyarakat yang patuh dan sadar untuk tidak keluar rumah.

Data tersebut rinciannya 1.965 orang meninggal dunia, 207 orang luka berat, 13.782 orang luka ringan.

"Kalau selama pandemi Covid-19, ada penurunan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas dibanding tahun lalu. Penurunannya mencapai 15 persen," kata Budi, Jumat 3 Juli 2020.

Kasus penurunan angka kecelakaan ini tercatat selama 1 Januari hingga 2 Juli 2020. Menurut Budi selama periode tersebut pihaknya menerima laporan sebanyak 10.679.

"Data tersebut rinciannya 1.965 orang meninggal dunia, 207 orang luka berat, 13.782 orang luka ringan. Serta kerugian material sebanyak Rp 11 Miliar," kata dia.

Sementara itu, Budi membandingkan angka kecelakaan ini dengan periode yang sama, namun pada tahun 2019. Pihaknya mencatat ada 12.672 kasus.

"Pada periode yang sama tapi pada tahun 2019, tercatat 12.672 kasus, rinciannya 2.542 orang meninggal dunia, 336 orang luka berat, 16.830 orang alami luka ringan. Serta kerugian material sebanyak Rp 16 Miliar," ujar dia.

Dengan data tersebut, Budi menyebut penurunan angka kecelakaan di Jawa Timur ini mencapai 1.930 kasus, atau mencapai 15 persen.

"Selain itu, masyarakat juga kian tertib berlalu lintas," ucap Budi.

Berbeda dengan itu, selama pamdemi Covid-19 malah terjadi peningkatan penindakan dan pelanggaran berlalu lintas. Dari data Dirlantas Polda Jatim 392.607 pelanggar.

"Pelanggaran ini kami catat selama 1 Januari hingga 2 Juli 2020, tercatat ada 316.390 pelanggar yang ditilang. Serta 76.217 pelanggar yang hanya mendapat teguran," tutur Budi.

Jumlah pelangaran lalu lintas ini menurut Budi mengalami peningkatan 4.020 pelanggar dibandingkan tahun 2019 dengan periode yang sama selama 1 Januari hingga 2 Juli 2020.

Untuk itu, Budi mengaku pihaknya di akhir bulan Juli ini akan kembali menggelar Operasi Patuh Semeru. Hal ini juga bertujuan menertipkan kembali masyarakat ketika berlalu lintas di masa Pandemi Covid-19

"Akhir Juli ini kami berencana akan menggelar operasi patuh. Saat ini kami masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan dari Mabes Polri," ucap Budi. 

Sumber : Tagar.id

 

Tags