Literasi Digital - Bagaimana Berinteraksi Dan Memaksimalkan Manfaat Media Sosial Era Digital


BERITANESIA.ID - Rangkaian Webinar Literasi Digital di Lampung Utara mulai bergulir. Pada Rabu, 2 Juni pukul 14.00 telah dilangsungkan Webinar bertajuk Literasi Digital Bagaimana Berinteraksi dan Memaksimalkan Manfaat Media Sosial Era Digital.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan  kognitif-nya untuk  mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet. 

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. 

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. "Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik," katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen Mahasiswa dan Pelajar sukses dihadiri sekitar 600 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Syali Gestanon, S.Sos selaku Kepala Seksi Pengelolaan Aspirasi Dinas Kominfotik, Irwan Prasetyo, BEng (hons) MBA, A.InstIB sebagai CEO PT. Asia e-services Greater Jakarta, Dr. Sumarno, M.Pd Rektor Univ. Muhammadiyah Kotabumi, dan Ketua LP3 Univ. Muhammadiyah Kotabumi Dr. Purna Bayu Nugroho, M.Pd Pegiat media sosial yang juga pegiat literasi, Hanna Farid bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya.

Pada Sesi pertama, Syali Gestanon, S.Sos memberikan materi mengenai media sosial sebagai kekuatan baru. Media sosial sebagai amplifikasi, yaitu sebagai penguatan konstruksi yang dibuat. Untuk output yang diharapkan dari cara kerja media sosial tergantung dengan konstruksi yang dibuat di awal. Komponen media sosial ada yang disebut dengan influencer, yaitu seseorang yang mempunyai pengaruh dalam dunia media sosial. Apa yang dilakukan influencer atau pengguna media sosial tergantung output apa yang diinginkan, baik negatif atau positif.

Giliran pembicara kedua, Irwan Prasetyo, BEng (hons) MBA, A.InstIB Hal utama yang paling penting yaitu jika kita terhubung dengan internet itu kita sudah masuk dalam dunia digital, jadi apa yang kita lakukan di media digital tidak akan bisa terhapus. Jadi, jika kita saling terhubung itu artinya kita sudah bertukar data. Kita tidak punya kendali untuk apa saja data yang ingin kita hapus atau tidak. Mungkin akan terhapus pada akun kita namun tidak akan terhapus dalam history jejak digital kita. Saat kita memanfaatkan seluruh search engine, media sosial, repository, media berita online itu sudah menjadi rekam jejak digital kita. Sebagai generasi terbaru kita harus waspada bahwa tidak semua aplikasi dapat menjaga privasi kita, satu-satunya cara untuk menjaga privasi kita yaitu memilah data atau cabut kabel internet

Tampil sebagai pembicara ketiga, Dr. Sumarno, M.Pd berbicara mengenai Literasi digital merupakan sesuatu yang harus segera kita lakukan. Di sebagian orang mungkin adalah sebuah hal yang mengagetkan dan menyebabkan geger budaya. Sehingga pengenalan dunia digital bagi orang yang baru mengenalinya dapat melakukan hal-hal yang tidak perlu dilakukan. Literasi digital merupakan penyempurnaan dari literasi klasik dimana kita hanya menulis di atas kertas atau membaca teks di buku. Sekarang memasuki literasi yang berkaitan dengan teknologi. Bersifat multiliterasi yaitu kombinasi tentang kemampuan literasi informasi, konvensional, dan sosial. 

Pembicara keempat, Dr. Purna Bayu Nugroho, M.Pd berkata saat ini siswa atau mahasiswa sudah mudah dalam mencari informasi namun terlalu banyaknya informasi menjadi kesulitan untuk memilah dan memilih informasi yang valid. Terkadang kita susah membedakan antara search engine dan browser. Search engine merupakan alamat web, kalau browser adalah perangkat lunak untuk menyediakan sumber informasi di internet. Jenis-jenis search engine yaitu google.com, bing.com, yahoo.com. Jika browser adalah seperti google chrome, mozilla firefox, internet explorer. Cara untuk memilih dan memilah informasi, perlu kita ketahui tidak hanya dalam media sosial yang bisa menyebarkan hoax tetapi ternyata jurnal-jurnal yang belum terakreditasi yang tidak didasarkan pada sumber yang benar di dalam artikelnya. Hal ini tentunya dalam dunia akademik juga ada hoax yang tidak bisa terdeteksi.

Hanna Farid bercerita saat dulu menggunakannya blogspot untuk mengisi konten tentang mix and match baju. Hingga sampai bisa mendatangi event international seperti New York Fashion Week dan London Fashion Week. Kemudian berpindah sampai sekarang ke Instagram untuk brand independent, Modestock.id. Menurut beliau, pemaparan materi tentang literasi digital hari ini sangat berkaitan dengan empat pilar yang sudah dibahas terutama etika digital. kampuan kita untuk berkomunikasi yang baik, untuk lebih solutif, untuk tidak menyulitkan orang lain.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Selvia, seorang peserta, menanyakan Penyampaian informasi yang efektif melalui dunia digital bagi anak-anak seperti apa? dan dijawab oleh Irwan Prasetyo, BEng (hons) MBA, A.InstIB, Kita perlu pendampingan, apalagi kita sebagai orang tua perlu mendampingi anak kita. Apalagi contoh di website-website di luar sana yang sangat berbahaya. Kita harus punya tujuan, jangan buang waktu.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian 39 kali webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Lampung Utara. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang. Webinar berikutnya akan diselenggarakan pada tanggal 18 Juni 2021.

(MediaLitdig21-S1TA)

Tags