Menag: “104 Jemaah Umroh Asal Indonesia Positif Covid-19”


Keadaan Masjidil Haram

BERITANESIA.ID - Pemerintah Arab Saudi telah membuka Penyelenggaraan ibadah Umroh secara bertahap mulai 4 oktober 2020. Setelah sebelumnya pelaksaan ibadah umroh ditangguhkan sejak 27 Februari 2020 karena virus covid 19 yang menyebar hampir di seluruh negara di dunia. Pelaksanaan Umroh di tengah pandemi, mengharuskan jemaah mematuhi aturan protokol kesehatan yang ketat agar ibadah umroh bisa terlaksana. Sayangnya, meskipun telah menerapkan protokol kesehatan beberapa jemaah Indonesia terpapar virus corona saat berada di Arab. Hal ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut saat menggelar rapat dengar pendapat bersama DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/1) “total ada 104 orang dari jemaah umrah asal Indonesia yang diketahui positif Covid-19. Jumlah itu berasal dari 16 pemberangkatan sejak November 2020”. Yaqut menyampaikan setiap jemaah umrah menjalani tes PCR sebanyak dua kali. Mereka menjalani tes usap pada saat hendak berangkat dari Indonesia dan saat mendarat di Saudi. "Alhasil, 58 jemaah positif covid saat sebelum berangkat dan 46 jemaah positif saat berada di Arab," tambah Yaqut. Bagi jemaah positif covid yang telah diberangkatkan diharuskan menjalankan isolasi mandiri dihotel tempat menginap di Arab Saudi. Hingga 11 Januari 2021 tercatat sudah ada 1.090 jemaah Indonesia melaksanakan ibadah umrah. Maskapai penerbangan yang memberangkatkan dan memulangkan jemaah umrah sebanyak 4 maskapai yaitu Saudia Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air dan Citilink dengan diberangkatkan dari 2 bandara yaitu Soetta dan Juanda. Yaqut mengatakan, kepastian penyelenggaraan haji tahun 2021 bergantung pada pemerintah Arab Saudi. "Kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggara ibadah haji 2021 sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah Arab Saudi," kata Yaqut dalam rapat Komisi VIII DPR (18/1/2021). Pemerintah Indonesia memiliki tiga opsi dalam pelaksanaan haji 2021 yakni kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak mengirimkan jemaah. Saat ini, kata dia, pemerintah mempertahankan opsi kuota penuh. "Meski sangat tergantung Pemerintah Arab Saudi, kita semua berharap wabah ini segera berakhir sehingga pelaksanaan ibadah haji 2021 berjalan normal seperti tahun sebelumnya," pungkasnya.


Penulis : Dara Sita Lauvea
Editor : TNA