Webinar Literasi Digital Kebebasan Berekspresi Di Era Digital Kota Jambi-provinsi Jambi


Rangkaian Webinar sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital yang pada 20 Mei 2021 lalu telah dibuka oleh presiden Jokowi kembali bergulir. Kali ini di Kota Jambi, Provinsi Jambi dengan mengusung tema “Kebebasan Berekspresi di Era Digital”.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 28 Juni 2021 pukul 09.00–12.00 WIB ini mengupas tentang bagaimana kebebasan berekspresi di era digital. 

Pada webinar yang menyasar target segmen masyarakat umum dan sukses dihadiri 757 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Cecep Nurul Alam, S.T, M.T, seorang  ahli CT Kopertais II Jabar dan Kepala Dinas e-Learning, (Cand) Dr. Astri Dwi Andriani, S.I.Kom, M.I.Kom, seorang Dekan Fakultas Komunikasi dan Penggiat Media Digital,  Ir. Nurachmat Herlambang, MMA, seorang Kepala Dinas KOMINFO provinsi Jambi, dan Muhammad Junaidi, S.Ag, M.Si Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penggiat media sosial Ratu Riskita Aulia bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula selaku Keynote Speaker, Samuel A. Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.

Pada Sesi pertama tampil Cecep Nurul Alam, S.T, M.T memaparkan bahwa untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan keamanan dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat yang demokratis perlu dilakukan perubahan terhadap undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik agar terwujud keadilan, ketertiban umum dan kepastian hukum.

Giliran pembicara kedua, (Cand) Dr. Astri Dwi Andriani, S.I.Kom, M.I.Kom menjelaskan apa itu privasi individu? Privasi individu adalah hak individu untuk mengontrol, mengedit, mengatur, dan menghapus informasi tentang dirinya. Termasuk memutuskan kapan, bagaimana, dan untuk apa informasi itu disampaikan ke pihak lain.

Tampil sebagai pembicara ketiga Ir. Nurachmat Herlambang, MMA mengatakan digital culture adalah sebuah konsep yang menggambarkan bagaimana teknologi dan internet membentuk kita untuk berinteraksi, baik secara berperilaku, berpikir dan berkomunikasi dalam masyarakat. Transformasi digital adalah sebuah proses evolusi yang bertumpu pada kemampuan yang dimiliki dan teknologi digital untuk menciptakan atau mengubah proses bisnis, proses operasional dan pengalaman pelanggan sehingga menimbulkan nilai yang baru.

Pembicara keempat Muhammad Junaidi, S.Ag, M.Si menuturkan interaksi adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu maupun kelompok. Syarat interaksi adalah kontak sosial  dan komunikasi. Kolaborasi adalah proses kompleks yang membutuhkan sharing pengetahuan yang direncanakan dengan disengaja, dan bertanggung jawab.

Ratu Riskita Aulia sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini mengatakan tips bijak bersosmed adalah aktifkan 2 fitur keamanan, menggunakan password yang sulit, hindari membuka website berbahaya dan link-link yang tidak dikenal. Pengalaman buruk di social media yang pernah beliau alami adalah terkena hack. Dirinya juga sudah melaporkan kepada pihak terkait. Hal ini membuat dirinya lebih bijak lagi dalam menggunakan media social.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Salah satunya dari Waisul Kurnia memberikan pertanyaan kepada Cecep Nurul Alam, S.T, M.T apakah saat ini menurut bapak penerapan UU ITE sudah sesuai pola kehidupan masyarakat indonesia? Karena seperti yang banyak kita ketahui bahwa penerapan UU ITE  standar ganda. Hanya berlaku kepada rakyat biasa saja, karena saya pernah menjadi salah satu korban dari penerapan UU ITE? Narasumber menjawab sudah sesuai dengan etika yang berlaku, lalu para penggiat media social juga harus mengecek terlebih dahulu kebenaran link atau hal yang beredar. Kita juga harus memilih konten apa saja yang harus diposting supaya tidak terkena jerat hukum. Sesuai dengan etika yang sudah dijelaskan pada materi diawal.

Webinar ini merupakan satu dari ribuan webinar yang secara simultan dan massif diselenggarakan di seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan  kognitif-nya untuk  mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet. 

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. 

Namun pada saat bersamaan, data menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih di bawah tingkatan baik. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

(litdig/de)

Tags