Webinar Literasi Digital Tips Hujan Cuan Di Era Digital Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung


Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung kembali bergulir. Kali ini mengusung tema “Tips Hujan Cuan di Era Digital”.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu, 14 Juli 2021 pukul 09.00-12.00 ini mengupas tentang cara menambah pendapatan di era digital.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk  mengidentifikasi hoax serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet. 

Kegiatan yang  secara nasional telah dibuka oleh Presiden Jokowi ini dilaksanakan secara simultan di semua daerah dengan target 10 juta partisipan mengikuti webinar dan tersentuh oleh literasi digital. 

Pada webinar yang menyasar target segmen masyarakat umum, sukses dihadiri oleh sekitar 102 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Muhamad Arif Rahmat, S.H.I, CEO Kampungkaleng.com; Rudi Permana, S.Kom, Founder belajardigital.id; Dwi Setyorini, S.Pd, Owner Warung Denoks, Warung Ghost Kitchen, Founder Kelompok Usaha Mandiri Berjaya, dan Kelompok UMKM ILS Lampung; dan Irhammudin, S.H., M.H, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Penggiat media sosial media Andromeda Mercury bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula selaku Keynote Speaker, Samuel A. Pangerapan Dirjen Aptika Kementerian Kominfo memberikan sambutan.

Pada Sesi pertama, Muhamad Arif Rahmat, S.H.I menyampaikan tiga kunci bisnis online ialah traffic, conversion, dan engagement. Serta mengubah pertanyaan menjadi permintaan, mengubah interaksi menjadi transaksi dan mengubah chatting menjadi closing. Kuncinya ialah pelayanan yang prima.

Giliran pembicara kedua, Rudi Permana, S.Kom mengatakan untuk melakukan transaksi telitilah terlebih dahulu, apakah marketplacenya terpercaya, perhatikan testimoninya, dan jangan pernah memberikan kode OTP apapun kepada siapapun.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Dwi Setyorini, S.Pd menjelaskan budaya ekonomi digital adalah semua usaha ekonomi yang dilakukan pada barang elektronik dan jasa yang dihasilkan oleh bisnis elektronik dan diperdagangkan melalui perdagangan elektronik.

Pembicara keempat, Irhammudin, S.H., M.H menuturkan dalam kurun waktu satu dekade terakhir media sosial menjadi salah satu pilihan untuk membuka usaha karena mudah dan gratis. Namun setelah PP 80/2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) diterbitkan situasi mulai berubah.

Andromeda Mercury selaku Key Opinion Leader menyampaikan konsistensi dalam berjualan online membutuhkan motivasi yang tinggi. Saat ini di era revolusi 4.0 yaitu waktunya bukan lagi berkompetisi melainkan berkolaborasi. Dan dalam membuat konten buatlah konten yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk orang lain juga.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Mita yang bertanya bagaimana solusi ketika gagal dalam berbisnis? Dan apa motivasi memulai bisnis dalam kondisi pandemi? Narasumber Muhamad Arif Rahmat, S.H.I menanggapi untuk memulai bisnis biasanya dimulai dengan alasan dan niat yang kuat, sehingga menjalankan bisnis bisa dengan bertenaga. Dan harus siap dengan segala resikonya. Intinya temukan strongway dalam memulai bisnis.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Lampung Utara. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.


(litdig/deo)

Tags