Webinar Literasi Digital Tips Mengenali Berita Hoax Atau Fakta Kota Pekanbaru-provinsi Riau


Rangkaian Webinar sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital yang pada 20 Mei 2021 lalu telah dibuka oleh presiden Jokowi kembali bergulir. Kali ini di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dengan mengusung tema “Tips Mengenali Berita Hoax atau Fakta”.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 30 Juni 2021 pukul 14.00–17.00 WIB ini mengupas tentang bagaimana tips agar dapat mengenali berita hoax atau fakta. 

Pada webinar yang menyasar target segmen masyarakat umum dan sukses dihadiri 655 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, Dr. Gushevinalti, M.Si seorang Dosen Ilmu Komunikasi dan Penggiat Literasi Digital, Dionni Ditya Perdana, M.I.Kom seorang Akademisi Universitas Bengkulu, Hamiko, S.H seorang Kepala Seksi Kejari, dan Dolly Ichsan, S.Ikom Public Speaker Madrasah Digital. Penggiat media sosial Nina Kardiana bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula selaku Keynote Speaker, Samuel A. Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.

Pada Sesi pertama tampil Dr. Gushevinalti, M.Si memaparkan kita harus waspada karena hoax bisa dibuat pada aplikasi gratis. Berita hoax adalah berita yang dibuat oleh orang pintar lalu disebarkan oleh orang malas dan diterima oleh orang bodoh. Salah satu cara kita untuk mengenal atau menangkal hoax yaitu bisa menggunakan Hoax Buster Tools. Kita juga harus memiliki digital skill supaya terhindar dari hoax.

Giliran pembicara kedua, Dionni Ditya Perdana, M.I.Kom menjelaskan salah satu upaya penegakan hoax yaitu dengan adanya UU ITE. Hoax biasanya menyebarkan isu yang rasial atau isu yang selalu menyudutkan orang. Hoax membuat masyarakat merasa tidak aman, tidak nyaman, dan kebingungan, hingga membuat masyarakat mengambil keputusan yang lemah atau bahkan salah. Hoax terus ada karena banyak orang yang tidak mencari kebenaran namun malah mencari pembenaran terhadap berita tersebut.

Tampil sebagai pembicara ketiga Hamiko, S.H mengatakan budaya digital mengacu pada budaya yang dibentuk dan mengacu pada penggunaan budaya digital nya. Bijaklah dalam menggunakan kecanggihan teknologi yang ada, khususnya media sosial. Berani berbuat berani bertanggung jawab. Kita harus membaca menyeluruh berita tersebut.

Pembicara keempat Dolly Ichsan, S.Ikom menuturkan kemajuan budaya digital menyebabkan kita lebih terbiasa dan cakap dalam menggunakan media digital atau hal-hal yang berbau internet. Namun kebanyakan orang menggunakan gadget tidak sesuai dengan kemampuan. Seperti kurangnya etika dan kurang bijak dalam menggunakan media sosial.

Nina Kardiana sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan dalam menghadapi berita hoax itu sebenarnya tergantung pada diri sendiri. Kita harus bisa memfilter dan tidak langsung membenarkan tentang berita yang didapatkan.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Salah satunya dari Amir Hamzah memberikan pertanyaan kepada Dionni Ditya Perdana, M.I.Kom benar tidak kelemahan kita adalah kurang literasi sehingga mudah termakan hoax? Narasumber menjawab benar itu karena kurangnya literasi. Dan webinar ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjadikan masyarakat menjadi lebih cakap digital. Namun masyarakat juga harus mendukung konten-konten positif agar meningkatkan pengetahuan tentang literasi digital dan tidak mudah termakan hoax.

Webinar ini merupakan satu dari ribuan webinar yang secara simultan dan massif diselenggarakan di seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan  kognitif-nya untuk  mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet. 

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. 

Namun pada saat bersamaan, data menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih di bawah tingkatan baik. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

(litdig/sm)

Tags