Webinar Privasi Dan Keamanan Data di Era DIgital Kota Palembang


BERITANESIA.ID - Rangkaian Webinar sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital yang pada 20 Mei 2021 lalu telah dibuka oleh presiden Jokowi kembali bergulir. Kali ini di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, dengan mengusung tema: “Privasi Dan Keamanan Data di Era DIgital”.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Senin, tanggal 21 Juni 2021 pukul 09.00 - 12.00 ini ditujukan untuk bisa mengetahui masalah keamanan apa yang bisa hadir di dunia digital dan bagaimana cara mengatasinya.

Pada webinar yang menyasar target segmen anggota POLRI dan TNI, sukses dihadiri oleh sekitar 300 peserta daring. Hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Mustiantono B.Sc. ( hons ). M.Eng, yang juga merupakan Head IT Infrastructure at Banking Industry. Kemudian ada dosen dan akademisi Dr. Marjan Miharja, SH, MH. Berikutnya adalah Yudi Cahyadi, S.Pd., S.Kom., Subdit SIBER Polda Sumatera Selatan dan yang terakhir Laurel Heydir, M.A., Ph.D - Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) adalah  Andromeda Mercury, presenter TVOne yang juga seorang Youtuber.  Hadir pula selaku Keynote Speaker, Samuel A. Pangerapan Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.

Pada Sesi pertama, Mustiantono menyampaikan materi tentang pengenalan fitur proteksi di dunia digital. Ia membeberkan tips keamanan dari hal yang paling simpel yakni proteksi password yang kuat. Jangan sekalipun memberikan password kepada orang lain. Dan sebisa mungkin menggunakan face atau fingerprint recognition. Mustiantono juga menyampaikan agar kita menghindari penyebaran data yang penting dan sensitif.

Narasumber kedua Dr. Marjan Miharja kemudian berkesempatan menyampaikan materi soal demokrasi serta kebebasan berekspresi dan berpendapat. Kebebasan berekspresi menurutnya merupakan salah satu bagian penting dalam jalannya demokrasi dan partisipasi publik di Indonesia yang memuat nilai-nilai Pancasila. Kebebasan berekspresi dan berpendapat sangat penting karena merupakan bagian dari demokrasi dan hak asasi manusia. Di sisi lain juga punya peran dalam pemberantasan korupsi, mencegah penyalahgunaan narkoba serta menangkal paham radikalisme serta paham terlarang lainnya.

Tampil sebagai pembicara ketiga  Yudi Cahyadi. Ia menyampaikan bahaya soal phising. Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening).  Semua kegiatan phising melanggar UUD dan KUHP dimana kegiatan tersebut adalah penipuan dan pelaku dapat dikenakan sanksi. Phising dapat dihindari dengan selalu waspada akan setiap email atau link yang diterima. Pastikan juga laman yang akan diakses. Penggunaan browser terbaru juga dapat mengurangi risiko.

Laurel Heydir tampil sebagai pembicara keempat. Ia menyampaikan materi tentang pengertian budaya, gagasan dan perilaku. Budaya merupakan cara hidup yang berkembang serta dimiliki bersama oleh kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari berbagai unsur yang rumit, termasuk sistem agama, politik, adat istiadat, perkakas, bahasa, bangunan, pakaian, serta karya seni. Gagasan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak yaitu tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam pemikiran warga masyarakat. Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.

Andromeda Mercury sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini menuturkan pengalamannya menggunakan media sosial dalam bekerja. Ia banyak berinteraksi dengan media sosial dan sangat mudah menghubungi siapa pun, di mana pun dan kapan pun tanpa adanya  hambatan jarak dan waktu. Unggahan di media sosial menurutnya sangat cepat menyebar sehingga mempermudah masyarakat meraih informasi terbaru. 

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Salah satu pertanyaan menarik dilontarkan Fernando. Kepada Yudi Cahyadi ia bertanya cara menindaklanjuti tindakan pelanggaran cyber ke polisi dan bagaimana cara kepolisian menangani hal tersebut. Yudi kemudian menjelaskan kalau polisi akan melakukan penyidikan dan penyelidikan terlebih dahulu. Masyarakat dapat melakukan pelaporan melalui link yang diberikan pihak kepolisian.  

Webinar ini merupakan satu dari ribuan webinar yang secara simultan dan massif diselenggarakan di seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan  kognitif-nya untuk  mengidentifikasi hoax serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet. 

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. 

Namun pada saat bersamaan, data menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih di bawah tingkatan baik. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.